Buku ini lahir dari kegelisahan yang perlahan berubah menjadi renungan panjang tentang bagaimana kita, manusia fana, berani berdagang dengan Tuhan yang Mahakaya? Terutama di tengah dunia modern yang sering mengukur kebahagiaan lewat angka dan grafik, dengan satu pertanyaan sederhana, apa arti sejahtera bagi manusia?
Buku ini mengajak kita menelusuri jejak kesejahteraan dari sudut yang lebih manusiawi, bukan sekadar hitungan materi, tapi juga rasa tenteram, keadilan, dan kesempatan untuk hidup bermakna. Melalui lensa ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf) dan filantropi, kita diajak memahami bahwa memberi bukan hanya soal mengurangi beban orang lain, tapi juga memperkaya jiwa kita sendiri.
Reviews
There are no reviews yet.