Ini bukan buku tentang penemuan fosil baru.
Bukan laporan penelitian revolusioner yang mengubah teori evolusi.
Ini adalah sesuatu yang mungkin lebih mengganggu: sebuah upaya membongkar manusia itu sendiri.
Kita menyebut diri kita makhluk paling cerdas di planet ini.
Kita membangun kata, teknologi, peradaban, dan cerita-cerita besar tentang makna hidup. Namun di saat yang sama, kita merasa cemas tanpa alasan jelas, kesepian di tengah keramaian, dan terjebak dalam konflik yang kita ciptakan sendiri.
Dari ledakan awal alam semesta hingga lahirnya kesadaran, dari evolusi biologis hingga evolusi ide dan kepercayaan.
Buku ini mengajak kita melihat manusia tanpa ilusi. Tanpa glorifikasi. Tanpa pembenaran.
Mengapa makhluk rasional justru sering bertindak irasional?
Mengapa imajinasi yang membuat kita unggul juga membuat kita menderita?
Buku ini tidak menawarkan kenyamanan. Ia menawarkan kesadaran.
Karena mungkin, masalah terbesar manusia bukan dunia yang ia huni, melainkan pikirannya sendiri.
Kita bukan spesies yang sempurna.
Kita adalah Homo Problematicus.
Reviews
There are no reviews yet.